PEKANBARU– Pelaksanaan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Lembaga Adat Melayu Riau dipastikan akan digelar pada hari Senin, 04 Oktober 2021, sebagaimana disampaikan oleh Datuk Khairul Zainal selaku Pejabat Sementara Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru kepada wartawan saat ditemui di Gedung LAM RIAU, Sabtu (02/09/2021).

”Insya Allah akan berjalan lancar karena sudah mengikuti AD ART LAM Riau dan alur kepatutan, dalam musyawarah ini setiap perwakilan kecamatan yang terdiri dari ketua dewan pimpinan harian dan ketua majelis kerapatan adat akan memberikan hak suara kepada mereka yang telah mencalonkan diri sebagai ketua LAM Riau kota pekanbaru”, ujar Datuk Khairul.

Lebih lanjut beliau menjelaskan untuk calon sendiri, panitia sudah membuka peluang sebesar-besarnya kepada siapapun yang ingin mencalonkan diri sebagai ketua LAM Riau Kota Pekanbaru, ”tentunya harus sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang telah ditetapkan di anggaran dasar dan anggaran rumah tangga”, tegasnya.

Untuk persiapan, Datuk Khairul mengatakan bahwa dirinya beserta tim sudah lama melakukan beberapa persiapan menjelang musdalub ini, kepadanya telah diberikan mandat sejak tanggal 12 April 2021 untuk melakukan beberapa persiapan menuju proses suksesi kepemimpinan di LAM Kota Pekanbaru. “Kita telah mengadakan Musyawarah Kecamatan di 15 kecamatan yang ada di Pekanbaru, hal ini dikarenakan surat keputusan dari LAM RIAU yang mendemisionerkan seluruh kepengurusan kecamatan sampai ketingkat kelurahan, ”dengan adanya keputusan tersebut menjadi landasan kita untuk mengadakan musyawarah di setiap kecamatan. Alhamdulilah semua berjalan dengan lancar berkat kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak mulai dari aparatur pemerintah, dan keamanan. bahkan ada beberapa camat yang siap memberikan ruang bagi lam kecamatan untuk berkantor ditempat yang telah mereka sediakan”, paparnya.

BACA JUGA  Terdapat Lonjakan Penambahan 38 Kasus Positif Covid-19 di Riau

Oleh karena itu, Datuk Khairul mengajak kepada seluruh pihak untuk bekerjasama menyukseskan perhelatan ini, jika ada riak-riak maka semuanya itu sebaiknya diselesaikan dengan musyawarah dan duduk bersama, tidak ada yang tidak bisa diselesaikan, panitia sudah mendapatkan izin dari pihak berwenang untuk menyelenggarakan acara ini.

“Bahkan pengurusan izin keramaian ke satgas covid kota pekanbaru juga sudah mendapat persetujuan. dengan adanya izin tersebut, para panitia jangan terlalu ambil pusing dengan kemungkinan buruk yang nantinya akan terjadi dilapangan, fokus dengan persiapan, kita serahkan semuanya kepada pihak keamanan untuk memberikan keamanan untuk lancarnya perhelatan nanti”, katanya.

BACA JUGA  Siap Jalani New Normal, Istana Siak Kembali Dibuka

”Sudah saatnya kita bersatu dengan mengetepikan segala bentuk kepentingan baik golongan maupun individu, apa yang kita lakukan sekarang ini sebagai langkah untk menegakkan marwah melayu sebagai tuan rumah, kita tidak mau dengan adanya gejolak dan riak-riak yang dapat menjadikan kita malu dengan suku-suku lain. kesuksesan perhelatan ini juga nantinya akan menjadi barometer dan percontohan bagi kabupaten/kota yang ada di provinsi riau. jika bekerja sesuai prosedur dan acuan yang telah ditetapkan di ad art insya Allah semuanya akan berjalan dengan lancar, tetapi jika mengedepankan ego dan kepentingan masing-masing dapat dipastikan semuanya berakhir dengan kegagalan”, pungkasnya.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here