Pekanbaru – Tipu pemilik warung, 4 sindikat madu palsu dibekuk polisi.

Bak skenario sinetron, tiap orang punya peran masing-masing. Ada yang memasak madu, menitipkan ke warung, dan ada yang pura-pura membeli madu yang dititipkan itu lalu memesan dengan jumlah besar.

Nmaun, aksi mereka keburu diketahui polisi setelah pemilik warung yang ditipu melapor.

Praktik penipuan dan pembuatan madu palsu di Kota Pekanbaru itu berhasil diungkap Kepolisian Sektor (Polsek) Tampan.

Empat orang sindikat pengedarnya berhasil ditangkap.

Empat tersangka itu terdiri dari 3 laki-laki dan satu perempuan.

Tiga pria berinisial MT alias Teja (21), A alias Ginting (52), H alias Haji (42) dan seorang wanita berinisial DS alias Diana (40).

Kapolsek Tampan, AKP I Komang Aswatama mengatakan, dalam melancarkan aksinya para tersangka ini memiliki peran berbeda-beda.

Di antaranya ada yang memasak bahan-bahan untuk dijadikan madu palsu, ada yang bertindak sebagai penjual dan meletakkan di warung-warung, serta ada yang berpura-pura membeli dalam jumlah besar.

BACA JUGA  Lagi Pesta Sabu, Oknum PNS di Inhil Riau Diciduk Polisi bersama Dua Orang

Diungkapkan Komang, pengungkapan ini bermula dari adanya laporan masyarakat bernama Deni (37).

Korban memiliki warung di Jalan Cipta Karya.

Awalnya, Deni didatangi tersangka MT, dan ditawarkan madu pada Jumat (17/9/2021) lalu.

Tersangka MT kemudian menitipkan 4 botol madu untuk dijual.

Keesokan harinya, tersangka A dan DS, datang ke warung korban dan berpura-pura membeli madu yang dititipkan di warung korban.

Tersangka A dan DS selanjutnya bermaksud memesan madu dalam jumlah besar, yaitu 40 Kilogram.

Harga perkilogramnya, tersangka bersedia membayar Rp450 ribu.

Karena tergiur, korban lalu menghubungi tersangka MT dan meminta agar diantarkan madu 40 Kilogram.

Kepada tersangka MT, dia membeli madu itu seharga Rp375 ribu per Kilogramnya.

Selanjutnya, tersangka MT pun mengantarkan madu sesuai pesanan korban.

Setelah datang, korban langsung menyerahkan uang Rp15 juta.

“Korban lalu menghubungi A dan D, sebagai pemesan. Pertama diangkat, dan dihubungi lagi, handphone sudah tidak aktif. Atas kejadian ini, korban merasa tertipu dan melapor ke polisi,” kata Komang saat ekspos kasus, Jumat (29/10/2021).

BACA JUGA  Oknum Polisi Asal Sumbar Tembak Wanita Teman Kencan di Pekanbaru

Atas laporan itu dipaparkan Komang, pihaknya melakukan penyelidikan. Alhasil, petugas berhasil mendapatkan informasi keberadaan para tersangka.

Tak menunggu lama, para tersangka pun diciduk dan langsung diamankan saat sedang berada di sebuah rumah di Jalan Cipta Karya.

Tak hanya tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti. Sebagian besar merupakan bahan pembuatan madu palsu.

Diantaranya 4 botol bekas air mineral berisi madu palsu, sebuah baskom hitam berisi madu palsu, sebuah panci aluminium kapasitas 25 liter berisi madu palsu.

Serta 2 ember bekas cat berisi sarang lebah untuk campuran madu palsu.

“Jadi ini madu palsu. Untuk para tersangka kita jerat pasal berlapis. Di antaranya Undang-undang Perlindungan Konsumen Pasal 62 Junto Pasal 8 huruf D, menjual barang tidak sesuai. Lalu Pasal 378 KUHP,” sebut Komang.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here