Pekanbaru – Polisi menangkap seorang admin pinjaman online (pinjol) berinisial SI (22) di Jakarta. Ia ditangkap setelah menagih utang kepada korban dengan menyebarkan foto porno yang sudah diedit.

Kasus pinjol ilegal terungkap setelah Ditreskrimsus Polda Riau menerima laporan korban. Korban meminjam uang pada 31 Juli lalu lewat salah satu aplikasi pinjol.

Uang pinjaman online itu didapat korban saat melihat iklan sebuah aplikasi di handphone. Setelah mengunduh aplikasi di PlayStore itu, korban mengisi identitas diri di aplikasi tersebut.

“Pelapor memasukkan nominal uang yang akan dipinjam Rp 4 juta. Jadi, dalam waktu pengembalian selama 8 hari ini jadi Rp 4,8 juta,” kata Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Ferry Irawan, Rabu (10//11/2021).

BACA JUGA  Pesta Tuak di Malam Lebaran Idul Adha, Belasan Muda-mudi di Riau Diamankan Satpol PP

Setelah uang itu diterima, 7 Agustus 2021, sekitar pukul 09.00 WIB, pelapor menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku dari pihak aplikasi pinjol. Korban diingatkan batas pembayaran utangnya pada 8 Agustus.

Pelaku Sebar Foto Bugil Korban Hasil Edit


Benar saja, pada 8 Agustus, sekitar pukul 09.35 WIB, pelapor mendapat pesan dari orang yang mengaku dari pihak aplikasi pinjol. Namun, dalam pesan tersebut, terdapat foto pelapor dan keluarga yang diedit.

“Foto korban dan keluarga yang telah diedit digabungkan dengan gambar orang yang sedang berhubungan badan. Kemudian pelaku juga mengirimkan foto-foto korban ke kontak yang ada di handphone pelapor,” kata Ferry.

Merasa dirugikan, korban langsung lapor ke Polda Riau. Dari laporan itu, tim Subdit Cyber yang dipimpin Kompol Nipwim H mengejar pelaku.

BACA JUGA  Kerap Transaksi di Warung Bandrek Dekat KM 5, Satres Narkoba Pelalawan Tangkap 2 Pria

“Jumat (5/11), sekitar pukul 14.30 WIB, penyidik Subdit 5 Ditreskrimsus Polda Riau bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Pusat melakukan penangkapan di wilayah hukum Jakarta Pusat. Tersangka berikut barang bukti yang diduga digunakan untuk kejahatan diamankan,” katanya.

Terkait modal dan pemilik aplikasi hingga saat ini masih didalami. Polisi menyebut SI yang diamankan hanya bertindak sebagai admin, sementara pemodal masih terus diburu.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 27 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. Pelaku juga ditahan di Mapolda Riau.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here