Pekanbaru – Remaja berinisial KEV (16), bergabung dengan komplotan jambret dan sudah ikut menjambret sebanyak 14 kali dari 28 aksi yang dilakukan kelompok tersebut.

Komplotan jambret yang ditangkap Subdit III Ditreskrimum Polda Riau itu terdiri dari 4 orang personel. Keempatnya saat ini sudah diringkus dengan inisial KEV (16), TEN (18), FAJ (21), dan OJS (22).

Kemudian satu penadah juga ikut diringkus, dengan inisial POD (23).

Terakhir yang dilakukan kelompok ini berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, dengan korban seorang warga pengendara becak.

“Jadi kelompok ini sudah kita tangkap. Tertangkap oleh Team Resmob Jatanras Polda Riau saat mereka akan menjual hanphone hasil rampasannya di salah satu hotel yang berada di Panam,” kata Wakapolda Riau, Brigjen Tabana Bangun, didampingi Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Rabu (10/11/2021).

BACA JUGA  3 Tahanan Positif Covid-19 Kabur dari Mapolres Kuansing

Tabana menjelaskan, kelompok ini merupakan kelompok spesialis jambret yang melakukan aksinya dengan cara-cara yang sudah direncanakan dengan matang sebelum beraksi.

“Pola yang mereka pakai atau modus operandi neraka ini sudah direncanakan dengan baik, dua orang itu yang melakukan, dua orang lagi yang memantau dari kejauhan, pola mereka ini pasti sudah merencanakan dengan baik supaya perbuatan yang dilakukannya bisa berhasil, disusunlah modus yang terbaik untuk mencapai tujuannya,” lanjut Tabana Bangun.

Kemudian Tabana Bangun juga menjelaskan, OJS berperan sebagai eksekutor yang merampas hanphone dari tangan korbannya, lalu FAJ sebagai joki yang mengendarai motor.

BACA JUGA  KPK Perpanjang Masa Penahanan Wali Kota Dumai Nonaktif

Sementara TEN dan KEV berperan untuk membantu eksekutor dan joki apabila ada warga yang mengejar. Keduanya akan menghalang-halangi pengejaran yang dilakukan oleh warga.

“Motif mereka melakukan ini karena faktor ekonomi, untuk mendapatkan hasil penjualan dari jambret tersebut. Mereka bukan pengguna narkoba, dari hasil pemeriksaan urine nya itu negatif,” terang Tabana Bangun.

Dari 4 pelaku itu, sudah beraksi sebanyak 28 kali. Dirincikan oleh Tabana Bangun, TEN 14 Kejadian, KEV 14 Kejadian, FAJ, 25 Kejadian, dan OJS, 25 Kejadian.

“Hasilnya dijual kepada penadah yang ikut ditangkap berinisial POD. Dia sudah menerima sebanyak 28 kali barang hasil kejahatan dari para tersangka ini,” tutup Tabana Bangun.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here