Rokan Hulu – Polisi membongkar makam anak korban pemerkosaan 4 pria di Rokan Hulu, Riau. Pembongkaran dilakukan untuk mengetahui pasti penyebab kematian.

Pembongkaran makan dilakukan tim Polda Riau dan Polres Rokan Hulu dengan dokter forensik RS Bhayangkara, Sabtu (11/12/2021). Makam dibongkar pukul 12.30-16.00 WIB di Desa Mahato, Rokan Hulu.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Wimpiyanto terlihat hadir langsung saat pembongkaran makam oleh dokter forensik. Termasuk orang tua korban dan keluarganya, Z (19) dan S.

“Iya, kemarin diautopsi mayat di makam anak korban. Korban Z juga ikut,” ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, Minggu (12/12).

Sunarto menyebut autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban, yaitu keluarga menduga bayi korban yang masih berusia 2 bulan itu sempat dibanting pelaku, DK saat terjadi pemerkosaan.

“Yang jelas untuk mengetahui kematian korbannya. Dokter forensik yang datang ke makam untuk autopsi,” kata Sunarto.

Sebelumnya, wanita berinisial Z (19) di Rokan Hulu, Riau, mengaku diperkosa empat pria. Terduga pelaku pemerkosaan disebut sempat membanting bayi Z. Bayi tersebut meninggal.

“Benar, bayi korban perempuan meninggal dunia setelah rentetan kejadian. Kejadian pertama itu bayi berumur 2 bulan,” kata pengacara korban Andri Hasibuan kepada wartawan, Senin (6/12).

Andri mengatakan Z diduga diperkosa di depan dua anaknya yang masih berusia 2 bulan dan 3 tahun. Korban disebut tidak melawan karena diancam dengan pisau.

“Bayi 2 bulan lebih ini dibanting dan korban diperkosa di hadapan anaknya. Ada pisau ditempelkan ke korban di leher,” ujarnya.

BACA JUGA  Dendam! Mantan Abang Ipar Bacok Aprizal saat Bertemu di Jalan Cipta Karya Pekanbaru

Pemerkosaan itu diduga terjadi berulang kali pada September hingga Oktober 2021. Korban diduga diperkosa empat orang di beberapa lokasi berbeda.

“Kejadian ada beberapa rentetan peristiwa. Kejadian berbeda, pelaku berbeda, lokasi berbeda dan terjadinya berulang kali, lalu tiga pelaku dan DK yang memperkosa pertama ini berkawan mereka. Jadi ditodong pakai benda menyerupai senjata api, mirip pistol dan dibawa, korban diperkosa,” kata Andri.

Korban juga diduga dicekoki narkoba. Menurutnya, korban sempat sakit hingga muntah-muntah.

“Siap dicekoki itu demam, muntah-muntah dan sakit. Saat itu korban kan sedang ASI, sedang menyusui, dibawa ke bidan. Kata bidan kayak keracunan. Tidak lama bayi ini meninggal,” katanya.

BACA JUGA  Hendak Perkosa Anak Perempuan, Residivis Cabul di Riau Diciduk Lagi

Selain itu, korban mengaku diancam dua oknum polisi di Polsek Tambusai Utara. Pengancaman dilakukan disebut karena korban tidak mau berdamai dengan pelaku pemerkosaan, DK.

Akibat insiden itu, dua oknum personel Polsek Tambusai, Kanit JL dan Bripda RS, diperiksa Propam Polda Riau. Keduanya diperiksa atas dugaan pelanggaran etik kepolisian.

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini