Pekanbaru – Polisi membongkar peredaran narkoba di wilayah Riau. Dari pelaku, polisi menyita uang hasil penjualan narkoba Rp 1 miliar lebih.

Kapolda Riau Irjen Agung SIE mengatakan uang Rp 1 miliar itu disita dari dua pelaku bernama Said dan Chairul, yang diduga terlibat sindikat narkoba jaringan internasional. Polisi mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus ini.

“Sebelumnya, kita ada tiga kali mengungkap peredaran narkotika dalam jumlah besar. Kita meningkat untuk menangani narkoba dalam TPPU,” kata Agung saat rilis kasus, Rabu (15/12/2021).

Hasil penyelidikan, diduga ada peredaran narkoba jenis sabu sejumlah 30 kg dan digagalkan Polres Dumai pada September lalu. Hanya saja, saat itu yang digagalkan 8 kg, sisanya sudah diedarkan jaringan bandar bernama Debus.

“Setelah dilakukan pendalaman Direktorat Narkoba Polda Riau, dari barang 30 kg ini, ada 8 kg sama Said dan tertangkap, sisanya sudah dijual di daerah Jambi,” kata Agung.

Tim gabungan Direktorat Narkoba kembali melakukan pengembangan. Hasilnya, uang penjualan diduga diserahkan kepada salah satu orang kepercayaan Debus, yakni Chairul.

BACA JUGA  Kesal Istri Kerja di Tanggal Merah, Suami Beli Bensin 10 Liter dan Bakar Kantor Bappeda Riau, Ini Ceritanya

Tanpa buang waktu, polisi menangkap dan menggeledah Chairul. Darinya disita uang tunai Rp 1 miliar lebih dan rencananya uang akan dipakai untuk membayar pengacara.

“Kita amankan uang Rp 1 miliar lebih. Uang ini diminta Debus untuk keperluan bayar lawyer, untuk tersangka Ahmad. Ahmad adalah adik Debus dan tertangkap dengan barang bukti 86 kg sabu September lalu,” katanya.

Selain untuk mengurus Ahmad, uang juga rencananya dipakai untuk mengurus Joni. Joni, yang ditangkap tim gabungan Polda Riau dan Polda Metro Jaya, juga diketahui merupakan adik Debus.

“Joni juga adik dari Debus, kita ketahui bahwa dengan alur transaksi yang seperti ini, kita akan menerapkan Pasal 137 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Transaksi para bandar, pengendali dan pengedar ini terpetakan jelas dengan kasus ini. Ya kita akan jerat sampai ke harta-harta hasil dari kejahatan,” kata Agung.

BACA JUGA  Aksi Begal Payudara di Pekanbaru Riau Terekam CCTv, Polisi Buru Pelaku

Debus Suruh Orang Intervensi Polisi

Didampingi Direktur Narkoba Polda Riau Kombes Victor Siagian, Agung memastikan akan mengusut kasus sampai tuntas. Tidak perduli meskipun anggota di lapangan kini mulai diintervensi dan diancam.

“Uang yang diperoleh (hasil jual narkoba) ini tidak hanya membela adiknya yang telah ditangkap. Dia juga membayar orang untuk melawan petugas kita, mengancam, mengintimidasi, dan sebagainya,” katanya.

Agung mengatakan ada salah satu orang atau petugas disandera jaringan tersebut. Beruntung, korban dapat melepaskan diri dan kondisinya selamat setelah disandera jaringan Debus di Dumai.

“Debus membayar orang Rp 150 juta untuk itu (menyandera). Kita akan kejar terus, ada aliran dananya. Harta kekayaan dari hasil narkoba akan kami kejar,” tegas Agung.

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini