Pekanbaru – Kiper Tornado FC Taufik Ramsyah meninggal dunia usai mengalami benturan di kepala dalam laga Tornado FC vs Wahana FC Liga 3 2021. Taufik meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan usai operasi kepala.

Taufik mengalami cedera parah di kepala setelah mengalami benturan dengan pemain lain saat memperkuat timnya. Ia pingsan setelah berbenturan kepala dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Pemain sepak bola tidak hanya menyundul bola, kepala mereka bisa berbenturan satu sama lain dan menimbulkan risiko yang serius. Meski jarang terjadi, sebagian besar cedera gegar otak yang terlihat dalam sepak bola berasal dari benturan kepala ke kepala daripada bola dengan kepala.

BACA JUGA  Lagi Ngecat Atap Rumah, Seorang Pria di Pekanbaru Riau Tersengat Listrik dan Hangus

Benturan kepala antar pemain sepak bola bisa menyebabkan gegar otak. Anggota Komite Medis PSSI, dokter Muhammad Ikhwan Zein Sp.KO mengatakan gegar otak atau concussion merupakan kasus yang paling umum terjadi saat pemain mengalami benturan kepala dalam pertandingan.

“Cedera ini jarang terjadi namun penting bagi atlet dan tim medis mengetahui penanganan pertama dengan benar dari cedera ini. Tindakan yang salah dapat memberikan risiko adanya kelumpuhan permanen bahkan kematian,” kata dr Ikhwan dikutip dari laman PSSI.

Tim medis harus mencurigai tanda dan kondisi gegar otak para pemain, seperti:

  • kehilangan kesadaran,
  • memegang kepala dan terbaring lama setelah benturan,
  • kehilangan keseimbangan dan koordinasi tubuh,
  • pandangan kosong dan merasa kebingungan,
  • kesulitan konsentrasi,
  • sensitif terhadap cahaya dan suara,
  • amnesia dan mengalami gangguan memori, dan
  • nyeri leher.
BACA JUGA  Lagi Asyik Joging, Dua Wanita di Inhu Temukan Mayat Sudah Membusuk di Jalan Lintas Timur Lirik

Pemain yang mengalami gejala tersebut harus ditarik keluar lapangan dan tidak diizinkan bermain hingga ada pemeriksaan medis lanjutan.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here