Rokan Hulu – Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu, Riau, menyita uang sebanyak Rp 2 miliar terkait dugaan korupsi alat kesehatan (alkes). Uang itu disita dari dua tersangka dugaan korupsi belanja oksigen dan gas di RSUD Rokan Hulu.

Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Raharjo, mengatakan uang disita tim penyidik hari ini. Selanjutnya, uang hasil kejahatan diserahkan ke Kejari Rokan Hulu.

“Hari ini penyidik Kejari Rokan Hulu telah melakukan penyitaan uang. Uang diduga hasil korupsi belanja oksigen dan gas di RSUD Rokan Hulu tahun anggaran 2018 dan 2019,” ujar Raharjo kepada wartawan, Kamis (30/12/2021).

BACA JUGA  2 Pelaku Ganjal ATM di Rohil Ditangkap, Gasak Rp 40 Juta untuk Judi

Raharjo mengatakan uang yang disita totalnya Rp 2.092.751.129 (miliar). Uang disita dari dua tersangka, yakni Direktur PT BBS inisial S senilai Rp 2.029.672.219 dan dari Komisaris PT BBS sekaligus Direktur CV SBG berinisial AS Rp 63.078.910.

“Setelah dilakukan penyitaan uang lalu dititipkan ke Rekening Penerimaan Lain Kejari Rohul. Uang akan dijadikan untuk barang bukti di persidangan,” katanya.

Sebelumnya, pada Jumat (17/12), Kejari Rokan Hulu menetapkan empat orang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi alat kesehatan (alkes). Kasus ini disebut merugikan negara Rp 2 miliar.

BACA JUGA  Wanita di Rohil Bunuh Kakak Kandung Sendiri Karena Hubungan Asmaranya Tidak Direstui

Keempat tersangka adalah Direktur RSUD Rokan Hulu periode 2017 berinisial FH dan Direktur RSUD Rokan Hulu saat ini berinisial NR. Selanjutnya, Direktur PT Bintang Bumi Sumatera berinisial S, dan Komisaris PT Bintang Bumi Sumatera berinisial AS, yang juga selaku Direktur CV Sinar Bintang Gasindo.

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini