Indragiri Hilir – Setelah sekitar 8 bulan untuk memutuskan pisah rumah, EP (29) akhirnya memberanikan diri untuk datang ke rumah sang istri berinisial YS (29).

Namun bukan untuk rujuk atau menyelesaikan masalah rumah tangga, kedatangan EP kali ini untuk mencuri 1 untai kalung emas milik YS.

Kejadian tindak pidana pencurian dengan kekerasaan (curas) ini terjadi di rumah YS di Kecamatan Tembilahan Hulu, Inhil, Selasa (4/1/2022) malam.

Pada saat itu korban yang selesai makan menuju ke dapur untuk meletakkan piring kotor.

Namun tiba-tiba ada seorang pria yang menarik baju korban, hingga korban terduduk di dapur.

Korban yang terkejut langsung melakukan perlawanan sambil berteriak minta tolong, hingga tersangka berupaya menutup mulut korban agar tidak berteriak.

Namun korban tetap melakukan perlawanan dan secara bersamaan pelaku menarik kalung emas yang sedang digunakan korban.

BACA JUGA  Pukul Istri Pakai Sapu, Suami di Riau Ini Pasrah Digelandang Polisi, Kena Pasal KDRT

Melihat kalung telah berada di tangan tersangka, korban berusaha menarik tubuh tersangka untuk merebut kembali kalung tersebut, tersangka pun mendorong tubuh korban hingga terjatuh ke lantai rumah.

Beberapa saat kemudian kakak korban datang dan berupaya untuk menolong, sementara tersangka lari dengan cara keluar memanjat dinding dapur rumah.

Kapolsek Tembilahan Hulu, AKP Sandy Humisar Sibarani melalui Paur Humas Ipda Esra menuturkan, atas kejadian itu korban merasa dirugikan dan tidak terima.

Sehingga korban melaporkan peristiwa pencurian tersebut kepada pihak Polsek Tembilahan Hulu guna proses lebih lanjut.

“Mereka berdua suami istri dan belum resmi bercerai. Akibat peristiwa itu korban mengalami luka memar pada tubuh bagian kaki sebelah kiri, luka gores pada kulit di bagian leher serta luka memar pada bagian pinggang,” ungkap Ipda Esra, Kamis (6/1/2022).

BACA JUGA  Lagi Pesta Sabu, Oknum PNS di Inhil Riau Diciduk Polisi bersama Dua Orang

Lebih Lanjut Ipda Esra menjelaskan, setelah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana curas, personel piket pelayanan Polsek Tembilahan Hulu bersama sama dengan Bhabinkamtibmas Tembilahan Barat melaksanakan rangkaian cek Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Disertai dengan interogasi terhadap saksi dan korban sebagai pelapor.

“Setelah cukup bukti Kapolsek Tembilahan Hulu memerintahkan untuk melakukan penangkapan terhadap terduga tersangka,” tuturnya.

Menurut Ipda Esra, setelah interogasi secara lisan perihal perkara dugaan tindak pidana yang dimaksud, tersangka lalu dibawa ke Mapolsek Tembilahan Hulu guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

“Tersangka dikenakan pasal 365 ayat 2 ke-1, Jo pasal 367 KUH Pidana, dan terancam pidana maksimal dua belas tahun penjara,” pungkasnya.

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini