Pelalawan – Seorang remaja di Kecamatan Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, yang masih berusia 17 tahun nekat mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

Remaja laki-laki tersebut mengakhiri hidupnya dengan cara menggantungkan leher dengan seutas tali nilon pada kusen pintu kamar.

Tragisnya, remaja itu merekam video detik-detik dirinya gantung diri dengan kamera teleponseluler miliknya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Pelalawan, AKP Nardi Masry Marbun, Selasa (11/1/2022) membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Iya, kejadiannya diketahui pada Minggu (8/1/2022) di Kecamatan Bandar Petalangan sekira pukul 02.30 Wib dan dilaporkan pada Minggu siang,” terangnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, sekira jam 02.30 Wib saksi terbangun dari tidur dan terkejut melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di depan pintu kamar depan dengan seutas tali jemuran.

BACA JUGA  Diduga Cemburu dengan Calon Istri, Pria di Kampar Riau Nekat Gantung Diri

“Melihat hal itu, saksi histeris dan membangunkan penghuni rumah lainnya dan buru-buru menurunkan korban dengan maksud ingin menyelamatkan nyawa korban. Namun saat diturunkan korban sudah tidak bernyawa lagi,” jelasnya.

Lanjut AK Nardi, saksi kemudian melaporkan kejadian itu ke Ketua RR setempat dan juga memberitahukan kejadian itu kepada keluarga korban di Pangkalan Lesung.

Tak berselang lama keluarga korban datang dan membawa korban ke rumah duka duka untuk dikebumikan “Keluarga korban membuat surat pernyataan.

Mereka menerima kejadian tersebut dan tidak akan melakukan tuntutan kepada siapa pun atas kejadian itu,” paparnya.

BACA JUGA  Usai Video Call Istri dan Izin Pamit, Pria di Tapung Gantung Diri

AKP Nardi mengungkapkan, fakta yang ditemukan di lapangan menurut keterangan saksi sebelum kejadian korban sempat pergi ke Sorek untuk jalan-jalan dan kembali sekira jam 23.00 Wib.

“Menurut keterangan saksi korban sebelumnya pernah bercerita umurnya tidak lama lagi. Sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri korban merekam kejadian bunuh dirinya dari ponsel miliknya dan meninggalkan pesan pada secarik kertas,” sebutnya.

Diduga korban mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri karena depresi.

“Kematian korban diduga kuat akibat bunuh diri dengan cara menggantungkan diri dengan seutas tali yang terikat di bagian leher,” pungkas AKP Nardi, kepada GoRiau.com.

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here