Bengkalis – Hari Budi Utomo akhirnya merasakan “bertugas” di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis.

Pria 46 tahun yang menetap di Pulau Rupat beberapa bulan itu bukan melaksanakan penegakan hukum melainkan menghadapi proses hukum.

Beberapa waktu lalu, Hari Budi Utomo menipu masyarakat di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Dia bahkan sempat menikahi seorang perempuan di sana karena mengaku sebagai Jaksa dari Kejaksaan Agung.

Jaksa gadungan ini berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap.

Dia menjalani penyerahan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk disidangkan.

BACA JUGA  Tak Ada Cinta di Balik Kasus Pembunuhan di Riau Gegara Restu Orang Tua

“Penyerahan dari penyidik Polres Bengkalis,” kata Kepala Kejari Bengkalis Rakhmat Budiman saat dikonfirmasi melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum Zikrullah, Jumat siang, 28 Januari 2022.

Zikrullah menjelaskan, kewenangan penanganan jaksa gadungan setelah tahap dua ini beralih ke JPU, begitu juga dengan penahanan tersangka.

Selanjutnya JPU akan menyusun dakwaan untuk tersangka.

“Untuk kepentingan penuntutan, JPU menahan tersangka di Rumah Tahanan Polres Bengkalis hingga pelimpahan perkara di pengadilan,” sebut Zikrullah.

Sebagai informasi, jaksa gadungan ini ditangkap Tim Intelijen Kejari bersama Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkalis pada Selasa, 30 November 2021 lalu. Saat itu tersangka berada di rumahnya di Jalan Pelajar Dusun II Pangkalan Nyirih Kecamatan Rupat, Bengkalis.

BACA JUGA  Polda Riau Ungkap Penipuan Sembako Rp3,7 Miliar, Pelaku Karyawan Toko

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini