Rokan Hilir – Ibu di Rokan Hilir (Rohil) melaporkan kekasih anaknya ke polisi lantaran diduga telah mencabuli sang anak DR (17) yang masih duduk di bangku SMA. Laporan dibuat ke Kanit II SPKT Polres Rohil.

Sang Ibu berinisial SWY itu melaporkan S (21), yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh, atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Perbuatan cabul itu diduga terjadi saat korban dan pacarnya yang jadi terduga pelaku, berada di Kepenghulan Bangko Sempurna Kecamatan Bangko Pusako.

Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK yang dikonfirmasi melalui Kasi Humas Polres Rohil AKP Juliandi SH membenarkan adanya laporan dan pengungkapan kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah hukum Polres Rohil tersebut, Selasa (8/3/2022).

BACA JUGA  Panik, Pria di Riau Ini Buang Sabu saat Ditangkap Polisi di Wisma CNO Pangkalan Kerinci

Juliandi menerangkan, kejadian berawal pada Bulan Januari 2021, dimana pelapor pada saat itu sering menanyakan kepada korban dengan mengatakan “D, kamu sudah haid?”, kemudian korban menjawab “sudah”.

Ibu korban sudah sering menanyakan hal tersebut kepada korban, dikerenakan curiga dengan perubahan tubuh korban yang semakin lama makin gemuk.

Kemudian pada hari Sabtu tanggal 5 Maret 2022, pelapor memberanikan diri untuk menanyakan kepada korban apa yang sudah dia lakukan selama 2 bulan ini bersama terlapor.

Sebab, selama 2 bulan, korban tidak pernah pulang ke rumah dan korban selalu mengatakan tidak berbuat apa-apa dengan sang pacar saat ditanya.

Lalu pelapor membawa korban untuk dilakukan visum di Puskesmas Sedinginan dan ternyata hasilnya memang ada luka robek pada organ intim korban. Kemudian pelapor menanyakan kembali kepada korban siapa yang telah melakukan ‘sesuatu’ kepadanya.

BACA JUGA  Paksa Gadis Belia di Bengkalis Berhubungan Badan 8 Kali hingga Perut Membuncit, Aksi Pertama di Kebun Sawit

Korban menjawab “cowok aku”.

“Atas kejadian ini pelapor sebagai ibu korban merasa tidak senang dan melaporkan kejadian ini ke Polres Rokan Hilir,” jelasnya.

Laporan tersebut disertai dengan berbagai barang bukti termasuk pakaian korban dan hasil visum.

“Kasus ini tengah ditangani dengan pemeriksaan saksi-saksi, melakukan cek TKP, membuat laporan dan tanda bukti lapor dan meneruskan ke fungsi Reskrim,” terang Juliandi.

Sebagai langkah awal tamnahnya, kepada tersangka patut diduga telah melanggar sebagaimana di maksud dalam Pasal 76 d Jo 81 ayat (1) Jo Pasal76 E Jo Pasal 82 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini