Kuantan Singingi – Nasib malang menimpa gadis asal Kuantan Singingi, Riau. Gadis berusia 17 tahun itu dipaksa ibu kandungnya sendiri melayani nafsu bejat ayah tirinya. Pemaksaan itu bahkan sudah terulang sebanyak enam kali.

Kasat Reskrim Polres Kuantan Singingi, AKP Boy Marudut Tua mengungkapkan, kedua pelaku telah ditahan polisi. Mereka adalah IN ibu kandung korban dan SF ayah tirinya.

“Terakhir kali beraksi, Selasa 5 April 2022. Semua dilakukan di kediaman mereka di daerah Sentajo Raya,” terang Boy kepada detikSumut, Sabtu (9/42022).

IN dan SF baru menikah pada empat bulan lalu, hanya saja pernikahan tanpa ada pengakuan dari negara ataupun secara agama. Mereka telah tinggal serumah, namun tak memiliki legalitas menikah.

“Ngaku sudah menikah, tapi tidak ada surat yang mengatakan tentang pernikahan. Hanya sebatas pengakuan,” katanya.

Menurut Boy, kasus bermula saat pelaku SF mengajak IN berhubungan badan. Namun tidak bisa melaksanakan permintaan sang suami dengan alasan sedang sakit.

Mirisnya, IN malah menyuruh buah hatinya ,TS untuk menggantikannya melakukan hal tersebut. SF pun setuju dengan permintaan IN untuk tidur dengan anak tirinya.

“Korban ini dipaksa oleh ibunya untuk mau berhubungan badan dengan bapak tirinya. Si korban sempat menolak, tetapi dipukul oleh ibunya, bahkan korban diancam akan diusir keluar dari rumah,” kata Boy.

Tidak hanya sekali, pelaku malah berulang kali minta jatah kepada korban. Namun saat minta jatah, dia selalu menyampaikan pada istrinya.

BACA JUGA  Orangtua Sedang Tak di Rumah, Remaja 17 Tahun di Riau Lakukan Asusila dengan Pacar

Tidak sampai di situ, kedua pelaku bahkan melarang anak-anaknya keluar rumah. Hal itulah yang membuat tetangga curiga dan akhirnya melapor ke polisi pada Kamis lalu.

“Menurut pengakuan korban sudah ada 6 kali perbuatan itu dilakukan. Semuanya dilakukan di rumah mereka, di mana anak ini sebelumnya sekolah di Pekanbaru. Tapi karena ini jadi putus sekolah,” kata Boy.

Saat ini, kedua pelaku masih ditahan di kantor polisi. Mereka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

BACA JUGA  Kasus Korupsi Jembatan Bangkinang, KPK Periksa Dirut Wijaya Karya

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini