Pekanbaru – Warga berburu minyak goreng curah di lokasi pasar murah di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (21/4/2022).

Pasar murah ini digelar oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop-UKM) Provinsi Riau.

Dari pantauan Kompas.com, sejumlah warga mulai mengantre untuk membeli minyak goreng sejak pukul 08.00 WIB.

Ada yang membawa jeriken, botol, hingga plastik. Mereka berburu minyak goreng curah seharga Rp 14.500 per kilogram.

Mereka yang mengantre didominasi perempuan.

Ada pula yang membawa anak-anak.

Untungnya, cuaca haari ini tidak terlalu panas.

Di pasar murah ini hanya ada satu mobil tangki minyak kelapa sawit dilengkapi dengan dua selang kecil tempat keluarnya minyak.

Hal itulah yang membuat warga lama mengantre.

Salah seorang warga Kecamatan Kulim, Pekanbaru, Yanti (57) mengaku sudah lelah mengantre.

“Saya datang jam 08.00 WIB. Ambil nomor antre dulu. Capek juga saya antre lama. Cuma harganya murah sedikit, tapi bikin pusing. Lelah jadinya, karena puasa juga,” ujar Yanti saat diwawancarai Kompas.com, Kamis.

Yanti membeli minyak goreng curah untuk kebutuhan rumah tangga sebanyak lima kilogram.

Ia rela mengantre dari pagi untuk mendapatkan harga minyak goreng curah murah.

Karena mendengar ada informasi pasar murah, ia pun bergerak ke lokasi di GOR Pekanbaru.

Kata Yanti, di warung, harga minyak goreng curah seharga Rp 18.500 sampai Rp 20.000 per kilogram. Warga lainnya, Ervina (28) mengaku sudah tiga jam mengantre.

BACA JUGA  Gubernur Riau Syamsuar Izinkan Mudik Lokal, ke Luar Provinsi Bisa Sebelum 6 Mei

Warga Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah madani, Pekanbaru, ini panas-panasan mengantre sambil menggendong bayinya.

“Ya, mau gimana lagi antreannya panjang sekali. Sudah tiga jam saya antre. Saya beli minyak goreng untuk stok di rumah, karena takut harganya nanti terlalu mahal dan langka. Minyak goreng ini untuk kebutuhan rumah tangga saja,” ujar Ervina saat diwawancarai Kompas.com.

Hingga pukul 10.00 WIB, ratusan warga terlihat mengantre.

Muhammad Rohim, selaku koordinator panitia distributor minyak goreng curah mengatakan, stok yang disediakan hari ini sebanyak 7,5 ton. “Minyak goreng curah yang kita jual hari ini 7,5 ton. Harganya Rp 14.500. Jauh lebih murah dari harga pasaran,” beber dia.

Ia menyebut, pembelian minyak goreng curah dibatasi.

Setiap warga hanya bisa membeli maksimal 25 kilogram.

“Kami batasi sampai 25 kilogram per orang. Kalau tidak yang lain tak kebagian. Sementara warga antusias membeli,” kata Rohim.

Warga tak hanya mengantre membeli minyak goreng curah, tetapi juga mengantre membeli bahan pokok lainnya.

Seperti beras, telor, gula dan tepung. Ada juga yang membeli minyak goreng kemasan.

Di tenda pasar murah, tertera langsung harganya.

Harga minyak goreng kemasan Rp 20.000 per kilogram, gula Rp 12.500 per kilogram, tepung Rp 10.000 per kilogram, telur ayam 1 papan Rp 37.000 dan beras 10 kilogram Rp 100.000 Kepala Disperindagkop-UKM Riau, Taufik OH mengatakan bahwa hari ini merupakan puncak pasar murah yang digelar di Kota Pekanbaru.

“Ini hari terakhir atau puncaknya rangkaian pasar murah. Kita sudah menggelar enam kali pasar murah di Pekanbaru. Kita kumpulkan distributor-distributor untuk bisa berpartisipasi menyalurkan minyak goreng curah harga murah,” tutur Taufik.

BACA JUGA  Pemko Pekanbaru akan Kembali Lantik Pejabat, Camat dan Lurah Lambat Bekerja Dievaluasi

Selain minyak goreng curah dari distributor, ada juga minyak goreng kemasan disediakan oleh pihak perusahaan, UMKM, Bulog dan Disperindagkop-UKM sendiri.

“Soal harganya tentu bervariasi. Yang jelas intinya untuk membantu masyarakat menjelang Lebaran Idul Fitri,” kata Taufik.

Saat ditanya Kompas.com soal stok minyak goreng di Riau, Taufik menjawab masih tersedia.

Hanya saja, kebutuhan masyarakat sangat tinggi sehingga pendistribusian harus dipercepat.

“Ketersediaan minyak goreng curah memang ada, tapi kebutuhan warga tinggi. Kalau minyak goreng premium stoknya banyak, cuma harganya agak tinggi. Jadi tinggal pilih yang mana,” sebut Taufik.

Pihaknya mengaku terus mendorong para distributor minyak goreng curah agar penyalurannya sesuai target yang diinginkan.

Taufik menyebut, distributor minyak goreng curah utamanya adalah PT PPI dan PT RNI.

Hanya saja, saat ini agak lambat mendistribusikan minyak goreng curah tersebut.

Padahal, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah menargetkan Provinsi Riau mendapat jatah 2.000 ton minyak goreng curah per minggu.

“Distributor agak lambat mendistribusikan. Misalnya, PT PPI baru mendistribusikan 150 ton dan PT RNI 750 ton.

Tapi, masalah seperti ini kami laporkan ke Kemendag,” ucap dia. Sebab kewenangannya ada di Kemendag. Mulai dari kuota, produsen, distributor.

“Penentuan kilang minyak yang di Dumai pun dari pusat, tugas kita cuma mengkoordinasikan saja,” tutup dia.

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini