Pekanbaru – Lembaga Pendidikan Alfikri Riau mengembangkan dana wakaf dengan membangun sebuah masjid megah. Masjid itu dinamakan Al Aqsha. Nama yang tak aneh dalam dunia islam.

Usai ground breaking beberapa waktu lalu, pengurus yayasan menggelar kegiatan shalat jumat perdana di masjid Al Aqsha. Ditandai dengan istighasah, khataman al Qur’an dan shalat jumat perdana yang dilaksanakan pada Jumat (22/4/2022) yang bertepatan dengan tanggal 20 Ramadhan 1443 hijriah.

Prosesi acara dan shalat jumat perdana ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, beberapa anggota DPRD, Ketua Baznas Riau Masriadi Hasan Lc, pembina/ketua/pengawas yayasan, komite sekolah, mantan Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir, mantam Wakil Bupati Kampar Teguh Sahomo, Syekh Muhammad dari Palestina, para wali murid dan tamu undangan lainnya.

Pembina Yayasan al Fikri Riau, Hendry Munief dalam sambutannya mengisahkan tentang awal mulanya SD IT Al Fikri yang dimulai dari 10 murid. Dimana 9 diantaranya adalah murid yang kurang mampu dan hanya 1 murid yang mampu membayar SPP.

BACA JUGA  Riau Tambah 5 Kasus, Total 66 Pasien Positif Covid-19

“Saat itu adalah Ramadhan tahun 2010. Dan pada hari ini sekolah Al Fikri telah berusia 10 tahun. Alhamdulillah, muridnya telah berjumlah 700 orang,” kata Hendry Munief kepada undangan.

Saat ini, lanjutnya, Yayasan Alfikri terus mengembangkan berbagai fasilitas pendidikan untuk menunjang pendidikan peserta didik. Ruangan sekolah terus ditambah, Al Fikri juga memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) multimedia sebagai penunjang softskill peserta didik. Masjid Al Aqsha ini melengkapi fasilitas pendidikan ke depannya.

“Dan masjid Al Aqsha ini akan dijadikan sebagai pusat pendidikan. Ruangan kelas, BLK, dan fasilitas lainnya hanyalah sebagai penunjang. Kita pusatkan semua aktifitas pendidikan anak di masjid” terang ketua Forum Bisnis (Forbis) Riau ini.

Terkait penamaan masjid yaitu Al Aqsha, dia menerangkan, bahwa keberadaan Masjid Al Aqsha di Palestina sebagai simbol dan penyemangat mengembangkan lembaga pendidikan islam di Riau.

Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution menerangkan bahwa kehadiran Alfikri diharapkan mampu menopang pengembangan pendidikan di Riau ke depannya.

BACA JUGA  PPKM Level 4 Kembali Diperpanjang, Riau Tunggu Aturan Terbaru dari Pusat

Ustadz Masriadi Hasan Lc MSyah dalam ceramahnya besarnya manfaat wakaf dalam pengembangan dunia pendidikan. Apalagi wakaf itu dikaitkan dengan wakaf pembangunan masjid sebagai penopang lembaga pendidikan.

“Pahalanya terus mengalir karena digunakan untuk ibadah dan pendidikan” tambahnya.

“Membangun masjid adalah salah satu ibadah istimewa yang pahalanya tidak putus. Apalagi masjid yang berada di lingkungan sekolah” tambahnya.

Dia mengisahkan bagaimana Universitas Al Azhar Mesir besar dari dana wakaf. Bahkan bisa memberikan beasiswa kepada mahasiswa dari berbagai negara. Salah satu dirinya sendiri.

“Beasiswa Al Azhar berdasarkan wakaf. Wakaf jadi kekuatan pondasi membangun peradaban. Wakaf pendidikan ini akan menjadi risalah kita kepada Allah nantinya” tambahnya

Di akhir acara panitia menggelar penggalangan dana yang dipimpin oleh Mas’ud Tahidin dan terkumpul uang sejumlah Rp 60 juta. Acara diakhiri dengan shalat jumat berjamaah. Imam shalat jumat adalah ustadz Masriadi Hasan dan khatib adalah Wagubri Edy Natar Nasution. *

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini