Pekanbaru – Warga Pekanbaru yang juga atlet Paralayang yang hilang saat bermain paralayang di Puncak Lawang Kabupaten Agam Sumatera Barat akhirnya ditemukan.

Galih Ghani Irawan ditemukan selamat tersangkut di atas pohon di kawasan Anak Aia Paudangan, Nagari Lawang Kecamatan Matur, Agam, Sumatera Barat (7/5/2022) siang.

Kepala Penerangan Lanud Roesmin Nurjadin Letkol Sus M Zukri, SAg mengatakan, remaja berusia 16 tahun tersebut merupakan warga komplek Rajawali V Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Ia ditemukan dalam kondisi lemas, karena hilang sudah sekitar 24 jam.

“Sudah ditemukan (Galih Ghani Irawan) siang tadi. Alhamdulillah ditemukan dalam kondisi selamat walau agak lemas karena sudah 24 jam hilang, juga karena lelah dan tidak makan tidak juga minum. Saat ini sedang dalam perawatan di Puskesmas Matur,” kata Zukri kepada Tribunpekanbaru.com, Sabtu malam.

BACA JUGA  Pria di Riau Tewas Ditikam Orang Tak Dikenal Saat Cari Ikan Dini Hari

Zukri juga menyampaikan, Galih juga merupakan putra dari salah seorang anggota Lanud Roesmin Nurjadin yang bertugas.

Dijelaskan Zukri, pada Jumat siang sebelumnya Galih terbang bersama paralayang lainnya.

Namun ia mengalami turbulensi saat di udara, dan karena kabut tebal maka ia tidak bisa mendeteksi tempat mendarat.

“Karena kondisi kabut tebal saat itu, membuatnya kesulitan untuk mendarat,” ujarnya.

Bupati Agam juga sempat menjenguk Galih ditempat ia dirawat.

Ditanya kapan Galih akan kembali ke Pekanbaru, dikatakan Zukri masih menunggu hingga Galih pulih nantinya.

“Masih menunggu pulih. Kalau sudah stabil nanti baru akan diberangkatkan ke Pekanbaru,” tuturnya.

BACA JUGA  Siswi Kelas 3 SMP di Riau yang Sempat Hilang Ditemukan Dalam Keadaan Menangis dan Tidak Stabil

Ditemukan Jauh dari Pemukiman

Kepala pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Rinaldi mengatakan

lokasi ditemukannya Galih ialah di daerah Anak Aia Paudangan, Nagari Lawang Kecamatan Matur.

Galih saat ini telah di bawa ke Puskesmas Matur.

Saat ditemukan kondisi Galih lemas dan kelelahan karena tidak makan dan minum selama 24 jam.

“Lagi penanganan oleh dokter di Puskesmas Matur,” ujar dia.

Ia mengatakan, titik ditemukannya Galih oleh petugas cukup jauh dari pemukiman.

“Medan jalan sangat berat dan sinyal atau koneksi juga susah,” kata Rinaldi.

Petugas, kata dia, bahu membahu untuk mengevakuasi.

“Galih dibawa dengan tandu oleh petugas,” ujarnya.

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini