Pelalawan – Seorang pria di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau memanjat tower seluler setinggi puluhan meter dan diduga hendak bunuh diri pada Selasa (7/6/2022) lalu.

Lelaki tersebut menaiki tower jaringan seluler yang ada di Jalan Lingkar Timur Kelurahan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci. Ia memanjat melalui tangga besi hingga nyaris menuju ke puncak, tanpa diketahui penyebabnya.

Warga sekitar yang melihat aksi pria itu heran dan merasa kuatir ia jatuh. Bahkan ada dugaan pria berbaju putih itu diduga hendak bunuh diri dengan melompat dari ketinggian.

Alhasil warga meminta bantuan ke markas Satpol PP dan Damkar Pelalawan.

“Kami mendapatkan informasi dari warga pada siang hari. Langsung turun ke lokasi dengan personil untuk penyelamatan,” Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Pelalawan, Syafrizal kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (8/6/2022).

BACA JUGA  Bermain di Sungai, Bocah 7 Tahun di Kuansing Tewas Tenggelam

Syafrizal mengungkapkan, pria tersebut diketahui bernama Petir Martahulu yang tinggal di Jalan Lingkar Timur Pangkalan Kerinci.

Berdasarkan penuturan warga sekitar, lelaki berusia 28 tahun ini diduga depresi hingga memanjat tower setinggi puluhan meter.

Masyarakat yang menonton aksinya itu kuatir ia mengakhiri hidupnya dengan melompat dari ketinggian.

Setelah personil Damkar tiba di lokasi, langsung mempersiapkan peralatan dan langkah penyelamatan kepada Petir.

Sebanyak tiga orang tim penyelamat menaiki tower untuk membujuknya turun dari atas. Dua personil siaga di bagian tengah dan satu lagi naik hingga menemui pelaku.

“Anggota kita membujuk dan mengajaknya berbicara secara pelan-pelan. Tingginya lumayan juga, ada 60 meter,” tambah Syafrizal.

Petugas merayu lelaki yang memakai topi itu dengan menyodorkan air minum dan rokok. Ternyata direspon dan ia mengaku sudah haus.

BACA JUGA  Diduga Depresi karena Batal Nikah, Pria di Meranti Riau Bunuh Diri

Setelah berbincang sambil menghisap tembakau dan minum air mineral, anggota Damkar mengajaknya turun dengan alasan air minum tinggal di bawah.

Selama hampir dua jam proses penyelamatan, akhirnya petugas berhasil membawanya turun dari tower dan diserahkan kepada keluarganya.

“Saat ditanya apa tujuannya ke atas, ia mengaku mengambil cincinnya yang tinggal. Setelah itu jawabannya tidak nyambung lagi,” ungkap Kasi Damkar, Zukriwan yang berdialog langsung dengan pelaku.

Petir Martahulu akhirnya di bawa pulang oleh pihak keluarganya setelah turun dari tower yang tinggi tersebut.

Teknik penyelamatan menggunakan tali dan mineral ternyata ampuh bagi orang yang memanjat ketinggian. Teknik itu didapat saat pelatihan penyelamatan yang dijalani personil Damkar.

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini