Indragiri hilir – Arharuby (42), seorang pria di Indragiri Hilir (Inhil), Riau tega memutilasi anak kandungnya sendiri. Dia melakukan aksi sadis itu agar anaknya masuk surga.

Awalnya, polisi menduga pria tersebut mengalami gangguan jiwa. Dia kemudian diperiksa di RS Jiwa Tampan di Pekanbaru, pada Sabtu pekan lalu.

“Pemeriksaan kejiwaan sudah keluar dari RS Jiwa Tampan. Hasilnya tak gangguan jiwa,” kata Kapolres Inhil AKBP Dian Setiyawan , Senin (4/7/2022).

Dokter berkesimpulan, aksi Arharuby memutilasi anak kandungnya, Fatimah (9) dilakukan dengan sadar. Dia pun langsung dijemput untuk diperiksa di Polres Indragiri Hilir.

“Begitu hasil keluar langsung kita jemput. Memang hasilnya perbuatan itu dilakukan dengan sadar,” kata Dian.

BACA JUGA  Tak Ada Cinta di Balik Kasus Pembunuhan di Riau Gegara Restu Orang Tua

Polisi kemudian mengungkap motif Arharuby memutilasi putrinya sendiri. Ternyata dia ingin anaknya masuk surga duluan, diduga karena stres sepeninggal istrinya.

“Pelaku ini sudah lama pisah sama istrinya dan ditinggal. Anak atau korban dijemput dan tinggal bersama pelaku di salah satu pondok milik keluarganya,” imbuh Kapolsek Tembilahan Hulu, Iptu Ricky Marzuki.

Entah apa yang terjadi, pelaku tiba-tiba nekat menghabisi dan memutilasi korban. Potongan tubuh korban kemudian dibuang dan membuat geger masyarakat.

“Hasil pemeriksaan sementara dia bilang tidak mau anaknya hidup susah sama dia. Jadi dia bunuh anaknya, dibunuh biar tak hidup susah dan duluan ke surga,” tegas Kapolsek.

BACA JUGA  Pasutri di Rohil Diserang di Rumahnya, Istri Tewas, Suaminya Alami Kritis, Pelaku Masih Orang Dekat

Meskipun begitu, polisi masih terus mengusut motif pembunuhan. Polisi menduga ada motif lain terkait aksi nekat pelaku.

Diberitakan sebelumnya, aksi sadis Arharuby dilakukan pada Senin (13/6) lalu. Warga Indragiri Hillir itu memutilasi anak kandungnya sendiri, dan potongan tubuh itu dibiarkan berserakan di sekitar rumahnya.

Pelaku melakukan itu sekitar pukul 14.30 WIB. Ini awalnya diketahui karena pelaku memegang parang di sekitar rumahnya.

Begitu dilakukan pengecekan di sekitar rumah korban didapati potongan tubuh anaknya yang masih berusia sembilan tahun itu. Potongan tubuh itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini