Pekanbaru – Niat larikan remaja 14 tahun yang diakui sebagai pacarnya ke Palembang, pria di Pekanbaru berinisial AS alias Asep (27) keburu dibekuk polisi.

Pasangan pria dewasa dan gadis yang maish di bawah umur itu diamankan di jalan saat berada dalam bus.

Sang gadis sebut saja Mawar ( nama samaran) masih berusia 14 tahun, sedangkan pacar peianya sudah dewasa berumur 27 tahun.

Mawar pergi dari rumah tanpa pamit hingga orangtuanya kelimpungan mencari dana khirnya lapor polisi.

Polisi berhasil mengendus keberadaan keduanya dan akhirnya mengamankan Asep yang nekat membawa kabur pacarnya yang masih kategori di bawah umur.

Aksi Asep membawa kabur Mawar, terungkap pada Rabu (6/7/2022) lalu.

Ketika itu, orang tua Mawar kebingungan saat sang putri tak kunjung pulang ke rumah dan pergi tampa pamit.

BACA JUGA  Emak-emak di Riau Ini Bantu Suami Kelola Bisnis Sabu, Gelagapan Saat Rumah Digeledah Polisi

Sampai dua hari kemudian, tepatnya Jumat (8/7/2022), Mawar masih juga belum pulang.

Keluarga sudah berupaya mencari, namun tak membuahkan hasil.

Sampai akhirnya, orang tua korban mencurigai jika korban pergi bersama Asep, yang tak lain adalah pacarnya.

Mawar dan Asep diketahui sudah saling kenal dari 2020 dan menjalin hubungan asmara.

Orang tua korban kemudian melapor ke Mapolresta Pekanbaru.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Andrie Setiawan mengatakan, pada Sabtu (9/7/2022) lalu, pihaknya mendapat informasi keberadaan pelaku dan juga korban.

Lanjut dia, pihaknya bekerjasama dengan Tim Resmob Polda Jambi untuk melakukan penyelidikan.

“Didapatkan petunjuk jika pelaku bersama korban berada dalam bus yang menuju ke Palembang dari Pekanbaru. Kita berkoordinasi dengan Tim Resmob Polda Jambi. Akhirnya pelaku dan korban berhasil diamankan,” kata Andrie, Rabu (13/7/2022).

BACA JUGA  Pelaku Pembunuh Wanita Muda di Kosan Tembilahan Ditangkap Polisi, Ternyata Pacar Korban

Pelaku dan korban, selanjutnya dibawa ke Mapolresta Pekanbaru untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Diungkapkan Kasat Reskrim, pihaknya turut menyita barang bukti 8 buah alat kontrasepsi, 1 unit handphone, sehelai jaket dan sehelai celana jeans.

Pelaku dalam hal ini diduga telah melakukan tindak pidana persetubuhan dan membawa pergi seorang perempuan yang belum dewasa tanpa izin dari orang tua atau walinya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Pasal 332 KUHP.

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini