Kampar – Festival Subayang adalah festival di alam terbuka yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Riau. Dalam festival, ada sejumlah agenda mulai dari pameran UMKM, parade tari daerah, pertunjukan musik, pacu perahu hingga berburu ikan di lubuk larangan.

Puncak festival, akan ada camping malam hari sambil berburu ikan. Bahkan peralatan tangkap ikan secara tradisional juga akan disiapkan panitia selama festival digelar.

“Peralatan kita siapkan secara tradisional. Malam hari nanti bisa berburu, ini menjadi ciri khas dalam Subayang Festival,” Kepala Dinas Pariwisata Riau, Roni Rakhmat, Kamis (14/7/2022).

Di Festival Subayang wisatawan juga bisa ikut menyusuri sungai Subayang yang masih asri. 

Bahkan, sepanjang aliran sungai akan terlihat kehidupan warga yang sangat bergantung pada sungai tersebut.

Alasan itulah yang menjadikan masyarakat dan Dinas Pariwisata Riau berupaya untuk menjaga. Termasuk festival alam yang juga menjadi daya tarik tersendiri karena kondisi air yang jernih.

BACA JUGA  Dispar Riau Fasilitasi Pelaku Pariwisata Miliki Sertifikasi CHSE

Sungai Subayang saat ini jadi primadona karena letaknya yang berada di kawasan suaka margasatwa Rimbang Baling, Kabupaten Kampar, Riau. 

Kondisi alam itu tentu jauh dari kebisingan, ramai hingga padatnya hiruk pikuk seperti di perkotaan.

Sungai Subayang yang diapit bebukitan itu dihuni masyarakat desa yang menjunjung tinggi adat istiadat. 

Tidak hanya itu, kalau menyusuri Sungai Subayang, kita bakalan bertemu banyak satwa endemik siamang, babi hutan, burung jalak dan burung kicau lain.

“Di Subayang kita akan menyaksikan kembali ragam kearifan lokal. Tradisi menghadirkan lubuk larangan misalnya, tak semata soal memelihara keberlangsungan biota. Namun, sekaligus menghadirkan filosofi, spirit dan inspirasi,” kata Roni.

Roni menyebut Subayang adalah gugus 16 desa adat di Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Sebuah negeri tua dengan peradaban yang terbentang sangat panjang.

BACA JUGA  Desa Wisata Dayun Riau Masuk 50 Besar Nasional ADWI 2022

“Air Terjun, liuk sungai, hamparan Bukit Rimbang dan Baling jadi saksi atas keteguhan memegang adat di tengah era yang terus berubah,” kata Roni.

Berikut rangkaian Festival Subayang yang akan digelar akhir pekan nanti:

Jumat, 15 Juli 2022

– Bazar UMKM Lokal

– Pelatihan Desa Wisata

– Panggung Hiburan

– Fashion Show

– Pacu perahu begalah

– Seni hiburan

– Berburu ikan di lubuk larangan

Sabtu, 16 Juli 2022

– Pameran seni rupa

– Panen ikan di lubuk larangan

– Semah rantau

– Makan Bejambau

– Tubing dan rafting

– Tari kolosal

– Final pacu perahu

– Kontes MUA

– Lelang karya

– Malam hiburan

– Anugrah Subayang

Minggu, 17 Juli 2022

– Fiel trip Subayang dari Desa Gema-Tanjung Belit

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini