Kuantan Singingi – Seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, dikeroyok teman-teman sekolahnya.

Pengeroyokan itu sempat divideokan saksi hingga viral di media sosial.

Video berdurasi 14 detik yang dilihat Kompas.com Jumat (23/9/2022) memperlihatkan korban saat dikeroyok teman-temannya.

Korban ditinju beberapa orang teman sekolah secara membabi buta.

Terlihat dua orang siswi berteriak histeris sambil mencoba melerai.

Namun, kedua siswi itu nyaris jadi korban pemukulan. Lalu, terlihat datang seorang pria yang melerai pengeroyokan itu.

Aksi brutal sejumlah siswa terhadap teman sekolahnya itu dilaporkan ke polisi.

Kapolres Kuansing AKBP Rendra Oktha Dinata mengatakan, pengeroyokan itu terjadi, Rabu (21/9/2022) siang.

Pengeroyokan hanya dipicu gara-gara saling pandang antara para pelaku dengan korban berinisial R.

BACA JUGA  Nyawa Bocah 7 Tahun Melayang, Tenggelam Saat Cuci Kaki di Kanal PT Meskom Bengkalis

“Kejadian itu terjadi saat sedang pemilihan ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah).

Para siswa yang mengeroyok disebut tidak senang dengan korban karena tatapan matanya,” ungkap Rendra kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Jumat (23/9/2022).

Ia mengatakan, pemilihan ketua OSIS awalnya berlangsung aman.

Namun, tiba-tiba terjadi keributan antara korban dengan sejumlah temannya.

Siswa lainnya merekam kejadian itu dengan kamera handphone hingga viral di media sosial.

Setelah kejadian itu, kata Rendra, korban membuat laporan ke Polsek Kuantan Mudik.

“Korban sudah membuat laporan ke Polsek Kuantan Mudik. Laporannya sudah ditindaklanjuti,” sebut Rendra.

Sementara itu, Kapolsek Kuantan Mudik Iptu Ferry Fadillah mengatakan, pengeroyokan itu terjadi lantaran masalah saling pandang antara korban dengan siswa lainnya.

BACA JUGA  Datang ke Pekanbaru Pesan 'Cewek MiChat', Pria Asal Bangkinang Malah Diperas dan Dikeroyok

Pihaknya mengaku sudah menerima laporan korban untuk ditindaklanjuti.

Sejumlah saksi diperiksa, termasuk korban. Korban juga menjalani visum karena mengalami luka memar di tubuhnya.

Menurut Ferry, pengeroyokan tersebut tidak ada kaitannya dengan pemilihan ketua OSIS.

Ia menyebut motifnya hanya karena tidak senang saling pandang.

“Motifnya diduga karena ada pandangan yang tidak disenangi. Tapi, masih kita dalami apakah ada motif lain,” kata Ferry.

Ferry menambahkan, dia dan anggotanya sudah mendatangi sekolah bersama camat dan pengurus komite sehari setelah kejadian.

Orangtua korban dan pelaku juga dipanggil ke sekolah.

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini