Bengkalis – Polisi mengungkap motif di balik skenario pembunuhan yang dilakukan oleh pasangan suami istri (pasutri) di Bengkalis, Riau. Mereka tega membunuh dan membakar pria ODGJ hanya untuk klaim asuransi agar bisa membayar utang.

Kapolres Bengkalis AKBP Indra Wijatmiko mengungkapkan, salah satu pelaku, Hendra memiliki utang sebesar Rp 180 juta dari beberapa orang di kampungnya. Dia kemudian mengajak istrinya, Susi untuk merekayasa seolah-olah dia tewas terbakar dalam pikap milik mereka.

“Alasannya karena ada hutang piutang dengan beberapa orang. Lalu Hendra melakukan rekayasa pembunuhan untuk mencairkan dana asuransi,” tegas Indra, Selasa (1/11/2022).

Inrda mengatakan, dengan skenario itu, pasutri itu bisa mengklaim asurasi jiwa atas nama Hendra sebanyak Rp 150 juta. Dana itulah yang rencananya akan dipakai untuk membayar utang.

“Rencana dia kan kalau asuransi itu cair akan dipakai untuk bayar utang. Namun terungkap karena ada banyak kecurigaan sejak awal, mulai dari tidak mau autopsi, HP yang ada di Siak Hulu dan beberapa kejanggalan lain,” katanya.

Rekayasa pembunuhan itu bahkan sudah direncanakan sehari sebelum mobil dan ODGJ tanpa identitas itu ditemukan oleh warga, Kamis (27/10) lalu. Sebab Hendra telah menyiapkan semua berkas untuk klaim asuransi mulai dari ijazah, akte lahir dan dokumen lain.

“Pagi hari sebelum besoknya ditemukan Hendra sudah menyiapkan beberapa barang, akte kelahiran dan dokumennya. Istrinya juga tahu itu semua disiapkan,” katanya.

Hendra lalu pergi dari rumah, kemudian di perjalanan memberitahu istrinya bahwa sudah ada korban yang dibunuh. Korban adalah orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) yang tidak diketahui identitasnya.

BACA JUGA  Keponakan yang Bunuh Pamannya Pakai Air Panas dan Martil di Riau Terancam 15 Tahun Penjara

“Hendra memberitahu pada istrinya sudah membunuh korban. Korban ini ODGJ yang tidak diketahui identitasnya, tetapi orang-orang di Duri itu tahu dan kenal sama dia. Tidak ada keluargalah istilahnya,” imbuh Indra.

Akibat perbuatannya, Hendra dan Susi kini ditahan di Mapolres Bengkalis. Mereka dijerat Pasal 340, 338, 55 ayat 1 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati.

Sebelumnya, sebuah mobil ditemukan telah terbakar oleh warga pada Kamis (27/10) sekitar pukul 05.00 WIB. Mobil ditemukan terbakar di Jalan Aripin KM 58 Desa Tasik Serai Timur, Talang Mandau.

Warga yang melintas kemudian melapor kepada Kepala Desa Tasik Serai, Erwin Siahaan. Bersama warga, Erwin datang melihat kondisi mobil dan korban sudah gosong di jalanan yang sepi.

BACA JUGA  Pelaku Pembunuh Wanita Muda di Kosan Tembilahan Ditangkap Polisi, Ternyata Pacar Korban

Selanjutnya Erwin memberitahukan kepada Bhabinkamtibmas dan personel piket Mako SPKT Polsek Pinggir. Pada pukul 09.00 WIB Kapolsek Pinggir Kompol Ade Zaldi, Kanit Reskrim Ipti Gogor dan personel piket lain ke lokasi.

Polisi yang melakukan olah TKP melihat mobil sudah hangus terbakar. Di dalam mobil terdapat satu orang dengan kondisi hangus terbakar dan disebut pemilik mobil bernama Hendra.

Belakangan diketahui Hendra adalah otak pelaku pembunuhan pria di dalam mobil tersebut. Hendra membunuh ODGJ yang biasa ada di Jalan Hang Tuah Duri untuk mendapat klaim asuransi jiwa.

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini